Apa itu meta-resolution?

Tahun baru telah tiba, wajar kalau banyak harapan yang ingin capai di tahun ini. Sebenarnya saya juga gak terlalu ngerti kenapa tahun baru ini biasanya identik dengan membuat resolusi, tapi karena itu bukan sesuatu hal yang buruk jadi ya buat saya gak masalah. Yang saya tidak suka adalah merayakan tahun baru dengan berlebih, saya lebih senang merayakan dengan meniup terompet buatan abang di pinggir jalan daripada merayakan dengan kembang api di Monas yang mewah tapi semuanya didatangkan dari Itali, Jerman dan Jepang.

Lalu gimana kalau menyambut tahun baru ini tanpa ada daftar keiinginan? Tentu saja tidak masalah, saya juga tiap tahun gak pernah bikin daftar hal-hal yang ingin dicapai. Pernah saya membuat daftar tersebut, bisa ditebak daftarnya cukup panjang, kalau dirasa-rasa dari tanggal 1 januari rasanya tanggal 31 desember itu masih sangat panjang sekali jadi wajar kalau daftarnya juga panjang. Tapi apa yang terjadi justru rasanya tidak ada satupun yang jadi kenyataan, ya tentu saja yang salah ya saya sendiri, karena tidak punya strategi untuk mewujudkan tujuan-tujuan tersebut.

Nah tahun ini saya jadi kepikiran gimana kalau diubah saja, kalau memang tidak ingin membuat keiinginan kenapa tidak membuat list yang membuat suatu keiinginan bisa terwujud. Jadi dengan begini kita tidak perlu membuat daftar apa yg ingin dicapai tapi cukup menulis hal-hal yang akan mengarah ke tujuan tersebut. Tujuan yang ingin dicapai bisa hanya dikira-kira saja bahkan tidak perlu dibatasi harus dicapai dalam tahun ini juga. Kemudian saya pikir-pikir ini seperti konsep metadata yang berisi informasi yang menjelaskan suatu data, maka saya bisa sebut sesuatu yang menjelaskan resolusi sebagai meta-resolusi.

Untuk lebih jelasnya bayangkan anda ingin merilis suatu software. Tapi apa yang ingin dibuat belum jelas, mungkin idenya belum ada atau masih bingung bagaimana implementasinya. Daripada menghabiskan waktu untuk menentukan seperti apa wujud softwarenya maka lebih mudah untuk menuliskan kira-kira bagaimana caranya agar keiinginan tersebut bisa terwujud. Misalnya, “saya akan meluangkan waktu 8 jam akhir pekan saya untuk membuat software tersebut”, atau bisa ditambahkan “saya akan meluangkan waktu 1 jam sehari untuk membaca buku”. Dengan kata lain meta-resolusi bisa disebut sesuatu yang menjelaskan proses, dan karena tidak perlu mendefinisikan suatu tujuan tertentu maka kita tidak perlu membatasi kapan hasilnya akan diperoleh, hanya perlu yakin bahwa tujuan yang diinginkan akan tercapai bila proses di daftar meta-resolusi itu dilakukan.

Kelemahan dari membuat resolusi adalah kita secara tidak langsung meginginkan tujuan tersebut tercapai dalam kurun waktu tahun dimana resolusi itu dibuat. Efeknya adalah kita akan menunda pekerjaan yang akhirnya justru menumpuk diakhir tahun, dan saat itulah semuanya akan buyar karena tidak ada lagi waktu untuk menyelesaikan semua daftar resolusi tadi. Meta-resolusi mengatasi masalah ini karena yang didefinisikan adalah prosesnya, syukur kalau hasilnya tercapai tahun ini juga, kalau tidakpun kita akan senang dengan peningkatan yang telah terjadi dalam diri kita.

Begitulah kata sambutan saya dihari tahun baru yang mendung dan hujan yang tak kunjung reda ini. :-)

Kalau anda masih ingin membuat resolusi silahkan baca artikel blog menarik ini.



Tikus-tikus ini dicapture tanpa ijin dari pemilik situs, silahkan klik bila ingin melihat aslinya. Tulisan diatasnya artinya “mohon restunya juga untuk tahun ini”, yoroshiku termasuk kata yang sulit diterjemahkan yg penting nuansanya mengharapkan bantuan dari lawan bicara kita

Tags: